TEORI TATA RUANG KOTA

Rencana Umum Tata Ruang Kota adalah rumusan kebijaksanaan pemanfaatan ruang kota dengan memperhatikan kebijaksanaan RUTRP yang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat, rencana ini merupakan rencana struktur dan strategi pengembangan kota dan disusun serta ditetapkan untuk menjadi konsistensi perkembangan kota secara internal serta sebagai dasar bagi penyusunan program-program pembangunan kota lintas sektoral dan daerah dalam jangka panjang di dalam batas wilayah administrasi kota yang bersangkutan.

Jenis-jenis Rencana Kota
Merupakan materi lampiran atas Permendagri tentang pedoman penyusunan rencana kota yang dikeluarkan oleh Depdagri. Dalam pedoman ini diuraikan jenis-jenis rencana kota.

1. Definisi Perencanaan
a Perencanaan adalah sederetan kegiatan untuk merencanakan atau memproyeksikan (planning encyclopedia : 1972).
b. Perencanaan adalah usaha untuk memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dengan memperhatikan keterbatasan dan pembatasan guna mencapai tujuan secara efisien dan efektif (Djoko Sujarto : 1985).
c. Perencanaan ruang adalah disiplin untuk mengatur ruang dalam daerah perencanaan secara optimal agar interaksi setiap organ di dalamnya terjadi secara baik sehingga daerah perencanaan menjadi kehidupan yang menyenangkan.
d. Perencanaan ruang adalah keseluruhan kegiatan dalam memecahkan masalah kota dan wilayah untuk mencapai hasil dan tujuan bersama dengan memanfaatkan sumber daya sebaik-baiknya melalui seleksi optimasi alternatif (Lewis Keeble : 1978).
e. Perencanaan fisik adalah usaha pengaturan dan penataan kebutuhan fisik untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan berbagai kegiatan fisiknya (Djoko Suwarto : 1985).

Di dalam perencanaan terkandung:
a. Pengertian tujuan dan dimensi waktu
b. Pengertian optimasi untuk mencapai hasil sebesar-besarnya dengan usaha sekecil kecilnya
c. Prediksi kondisi yang akan datang
d. Menghadapi kondisi tersebut
e. Mengatur kondisi tersebut

Titik tolak berpikir perencanaan
a. Trend Oriented Planning: kondisi, kebutuhan, pengalaman masa lalu dan masa kini yang digunakan untuk memprediksi kebutuhan dan tuntutan masa yang akan datang.
b. Target Oriented Planning: perencanaan didasarkan pada target yang ingin dicapai di masa yang akan datang.

2. Struktur Internal Kota
Yang dimaksud dengan struktur internal kota adalah kerangka atau pola yang membentuk suatu kota. Struktur kota dilihat dari 3 (tiga) aspek, yaitu:
 
a. Aspek fisik, meliputi:
1) Sistem jaringan jalan (pathways) dan hierarkinya yang dilihat dari fungsi jalan.
2) Struktur pemusatan kegiatan, yang meliputi:
a) Pusat kota. Kegiatan yang ada di pusat kota merupakan kegiatan pelayanan seluruh kota. Dalam hal ini perlu juga dilihat jangkauan dari pelayanan dari pusat kota.
b) Sub pusat kota yang merupakan pemusatan fasilitas pelayanan yang ada di sub pusat kota. Sub pusat kota melayani kegiatan yang ada pada bagian wilayah kota.
c) Pusat lingkungan yang merupakan pusat pelayanan kegiatan skala unit lingkungan.
3) Fungsi kegiatan yang ada di kota, yang meliputi kegiatan primer untuk skala regional dan kegiatan sekunder untuk skala lokal.

b. Aspek sosial Kependudukan, yang meliputi:
1) Aspek Kependudukan, terdiri dari:
a) Struktur umur dan jenis kelamin, untuk melihat kebutuhan fasilitas pendidikan, dan cadangan atau ketersediaan tenaga kerja.
b) Struktur penduduk berdasarkan pendidikan, untuk menganalisa kebutuhan penduduk akan fasilitas pendidikan dan memprediksi program penyediaan lapangan kerja.
c) Struktur penduduk menurut agama, untuk mengetahui jumlah kebutuhan dan penyebaran tempat ibadah.
d) Struktur tuingkat kematian berdasarkan kelompok umur. Digumakan untuk memproyeksikan jumlah penduduk secara halus.
e) Struktur ketenagakerjaan, digunakan untuk melihat kebutuhan tenaga kerja untuk masing-masing sektor.

2) Aspek sosio kultur masyarakat, terdiri dari:
a) Aspek budaya dan adat istiadat masyarakat kota
b) Lama tinggal di suatu lokasi
c) Posisi dalam struktur pemerintahan
d) Tingkat pendapatan masyarakat

c. Secara Ekonomi, struktur kota dapat dilihat dari aspek:
1) Struktur ekonomi masyarakat, yang terdiri dari:
a) Tingkat pendapatan masyarakat
b) Struktur mata pencaharian penduduk

2) Aspek ekonomi kota, yang meliputi:
a) Tingkat pendapatan kota, sehingga nantinya dapat diketahui keberadaannya dalam struktur kota-kota ditinjau dari hierarki, dan orde kota. Dari aspek ini pula dapat dilihat layak tidaknya status kota disandang. Misalnya layak tidaknya Kota Tuban untuk dijadikan Kotamadya.
b) Struktur ekonomi berdasarkan ekonomi kota.

Struktur Internal kota ini digunakan untuk:
a. Dapat mengidentifikasi kecenderungan pertumbuhan dan perkembangan kota.
b. Mengidentifikasi ambang batas yang dimiliki kota dalam perkembangannya, berikut juga dengan permasalahan yang dihadapi kota.
c. Melihat kemampuan pertumbuhan fisik kota.
d. Arahan pengembangan kota bagi masa yang akan datang.

Faktor Perkembangan Kota
Proses pengekspresian kota dan berubahnya struktur tata guna lahan sebagian besar disebabkan oleh adanya sentrifugal dan daya sentripetal.

1. Ada tujuh hal yang mendorong gerak sentri fugal, yaitu :
a. Adanya gangguan yang berulang seperti macetnya lalu lintas, polusi, dan gangguan bunyi menjadikan penduduk kota merasa tidak enak bertempat tinggal dan bekerja di kota.
b. Industri modern di kota memerlukan lahan-lahan yang relatif kosong di pinggiran kota dimana dimungkinkan yang tidak padat penghuninya, kelancaran lalu lintas kendaraan, kemudahan parkir mobil.
c. Sewa tanah yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tengah kota.
d. Gedung-gedung bertingkat di tengah kota tidak memungkinkan untuk diperluas.
e. Perumahan di dalam kota pada umumnya serba sempit, kuno dan tidak sehat, sebaliknya rumah-rumah yang dapat dibangun di luar kota dapat diusahakan luas, sehat dan bermodel muktahir.
f. Sebagian penduduk kota berkeinginan secara naluri untuk menghuni wilayah di luar kota yang terasa serba alami.

2. Ada tujuh hal yang mendorong gerak sentripetal, yaitu :
a. Lokasi dekat pelabuhan atau persimpangan jalan amat strategis bagi industri yang bertempat umumnya di tengah-tengah kota.
b. Bagi berbagai perusahaan dan bisnis, lokasi yang dekat dari stasiun kereta api dan terminal bus amat disukai.
c. Ada kecenderungan bahwa tempat-tempat praktek ahli-ahli hukum, tukang jahit, tukang gigi dan pedagang pengecer berdekatan.
d. Di kota-kota sendiri telah terjadi pusat-pusat khusus untuk macam-macam pertokoan, seperti toko tekstil, toko emas, toko buku dan sebagainya. Bersama-sama kompleks tersebut akan menjadi pusat perbelanjaan.
e. Kelompok gedung-gedung yang sejenis fungsinya seperti perumahan flat, perkantoran ikut menurunkan harga tanah atau pajak serta sewa.
f. Ada tempat-tempat untuk olahraga, hiburan dan seni budaya yang dapat dikunjungi pada waktu senggang, menjadikan orang bertempat tinggal di daerah sekitarnya.
g. Pada manusia ada keinginan berumah atau bekerja di dalam kota, dengan pertimbangan jarak antara rumah dan temapat kerja tak jauh.

0 komentar "TEORI TATA RUANG KOTA", Baca atau Masukkan Komentar